_iMwdb7.png)
Kalibrasi spray gun sebaiknya dilakukan ulang setiap kali teknisi berpindah material. Primer, basecoat, dan clearcoat memiliki viskositas, kebutuhan atomisasi, serta target film build yang berbeda. Menggunakan satu setting untuk seluruh proses sering menyebabkan permukaan kasar, metallic mottling, gloss rendah, atau sagging.
Untuk basecoat modern, nozzle sekitar 1,2–1,4 mm umum digunakan, sedangkan clearcoat sering bekerja efektif pada 1,3–1,4 mm. Primer surfacer yang lebih kental dapat memerlukan 1,6–1,8 mm. Selalu prioritaskan technical data sheet dari produsen coating dan gun.
Pastikan compressor, filter, dan regulator mampu mempertahankan tekanan ketika trigger dibuka penuh. Sebuah air spray gun tidak akan menghasilkan atomisasi konsisten jika terjadi pressure drop pada hose atau coupler. Kuras moisture trap dan periksa kontaminasi minyak sebelum pekerjaan finishing.
Mulai pada tekanan sekitar 1,8–2,0 bar bila sesuai spesifikasi gun. Buka fan sampai pola oval lebar dan merata, lalu atur fluid delivery agar menghasilkan medium coat tanpa membanjiri panel. Pada metallic basecoat, atomisasi harus cukup halus untuk menjaga orientasi aluminium dan mengurangi mottling.
Dengan refinished painting HVLP spray gun, lakukan test pattern pada kertas masking selama sekitar satu detik. Pola ideal mempunyai distribusi material merata dari atas ke bawah. Pola berat di tengah menandakan masalah udara atau setting fluid; pola miring dapat menunjukkan air cap kotor.
Setelah basecoat mencapai flash sesuai TDS, bersihkan gun atau gunakan gun khusus clearcoat. Sesuaikan tekanan sekitar 2,0–2,2 bar sebagai baseline bila direkomendasikan. Clearcoat memerlukan wet film yang cukup agar leveling dan gloss terbentuk, tetapi fluid delivery yang berlebihan akan meningkatkan risiko sagging pada vertical panel.
Pertahankan jarak sekitar 15–20 cm dan sudut 90 derajat terhadap panel. Gunakan overlap 70–80% pada clearcoat dengan kecepatan tangan stabil. Pada edge dan contour, kurangi waktu tinggal agar film tidak menumpuk. Jangan memperlambat tangan hanya untuk mengejar gloss; optimalkan atomisasi dan fluid flow terlebih dahulu.
Periksa wet edge, texture, solvent pop, sagging, dan area kering. Jika permukaan kasar, evaluasi jarak, tekanan, reducer, dan temperatur booth. Jika terlalu basah, kurangi fluid delivery sedikit atau tingkatkan hand speed. Catat setting final yang berhasil untuk kombinasi gun, nozzle, material, dan temperatur agar dapat diulang pada pekerjaan berikutnya.
spray gun calibration, basecoat application, clearcoat application, automotive spray gun, HVLP paint sprayer, gravity feed spray gun, professional spray gun, car refinishing spray gun, automotive paint sprayer, paint spray gun, spray gun nozzle, spray gun air cap, spray gun regulator, paint atomization, spray gun pressure setting, automotive refinishing, body shop painting, car body refinishing, automotive clearcoat spraying, primer spray application, fan pattern adjustment, fluid control adjustment, paint viscosity control, spray gun maintenance, paint booth spraying, collision repair painting, automotive paint technician, body repair technician, professional car painter, spray painting technician, metallic basecoat, clearcoat leveling, film build control, paint defect troubleshooting, wet edge control, spray distance, overlap technique, reducer selection, flash time control, spray gun setup
READ MORE