_EgoXBY.png)
Dalam proses refinishing kendaraan, kualitas hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh material cat atau keterampilan operator. Stabilitas tekanan udara, ukuran nozzle, viskositas material, jarak semprot, pola kipas, dan kecepatan gerak spray gun harus bekerja sebagai satu sistem. Painter profesional sebaiknya melakukan setting berdasarkan TDS material, spesifikasi spray gun, dan hasil test pattern.
Sebelum memasukkan material ke cup, periksa compressor, regulator, water separator, diameter hose, panjang hose, serta kondisi fitting. Tekanan harus diperiksa ketika trigger ditarik penuh karena tekanan statis tidak menunjukkan kondisi aktual saat spraying.
Pastikan tidak terjadi pressure drop ketika spray gun digunakan secara terus-menerus. Hose terlalu kecil, fitting sempit, filter jenuh, atau kapasitas compressor yang tidak mencukupi dapat menyebabkan atomisasi berubah selama proses pengecatan.
Untuk pekerjaan profesional, sebuah air spray gun harus dievaluasi berdasarkan airflow dan kestabilan tekanan, bukan hanya angka pada regulator.
Basecoat otomotif memerlukan atomisasi halus dan distribusi droplet yang merata. Clear coat membutuhkan fluid delivery yang cukup agar wet film mampu melakukan leveling tanpa menghasilkan orange peel berlebihan.
Gunakan ukuran nozzle sesuai rekomendasi TDS material. Jangan menggunakan satu ukuran nozzle untuk semua jenis coating.
Sebelum mengecat kendaraan, lakukan test pattern pada kertas masking. Pola semprotan harus simetris, distribusi material merata, dan tidak menunjukkan konsentrasi abnormal pada tengah atau ujung fan.
Mulai dengan menentukan fan width, kemudian fluid output, lalu sesuaikan dynamic air pressure saat trigger terbuka penuh.
Pada refinished painting HVLP spray gun, atomisasi yang buruk jangan langsung diperbaiki dengan menaikkan pressure. Periksa terlebih dahulu viskositas material, kondisi air cap, fluid nozzle, dan suplai udara.
Jarak kerja harus dipertahankan stabil sesuai karakteristik spray gun dan material. Jarak terlalu jauh meningkatkan dry spray, sementara jarak terlalu dekat dapat menghasilkan wet film berlebihan.
Spray gun harus bergerak sejajar dengan panel dan dipertahankan mendekati posisi tegak lurus terhadap permukaan. Hindari wrist arc karena gerakan tersebut membuat jarak nozzle berubah pada awal dan akhir stroke. Gunakan pergerakan lengan untuk mempertahankan jarak yang konsisten.
Overlap setiap pass juga harus stabil. Perubahan overlap menyebabkan film thickness tidak seragam dan dapat memengaruhi metallic orientation, coverage, serta gloss.
Sebelum spraying panel kendaraan, catat nozzle size, dynamic pressure, fluid adjustment, fan width, mixing ratio, reducer atau hardener, temperatur booth, spray distance, travel speed, dan flash-off time.
Dengan parameter tersebut, setting yang menghasilkan finishing bagus dapat digunakan kembali secara konsisten.
READ MORE